Jam Layanan : Senin – Kamis : 08.30 – 16.00 WIB, Jumat : 08.30 – 15.30 WIB

Latar Belakang


Unit Pelaksana Teknis Badan Pengawas Obat dan Makanan (UPT Badan POM) merupakan satuan kerja bersifat mandiri yang melaksanakan tugas teknis operasional tertentu dan/atau tugas teknis penunjang tertentu di bidang pengawasan Obat dan Makanan. Regulasi mengenai UPT Badan POM yang telah mengalami beberapa kali perubahan, yang bermula dari Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor 05018/KBPOM/2001 Tahun 2001, Peraturan Kepala Badan POM nomor 14 Tahun 2014, dan terakhir dengan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor 12 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan.


Unit Pelaksana Teknis Badan Pengawas Obat dan Makanan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan, yang secara teknis dibina oleh Deputi dan secara administratif dibina oleh Sekretaris Utama.


Badan POM memiliki 3 (tiga) Unit Pelaksana Teknis di Provinsi Jawa Timur yaitu Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Surabaya (Balai Besar POM di Surabaya), Loka POM di Kabupaten Kediri, dan Loka POM di Kabupaten Jember.


Cakupan kerja Balai Besar POM di Surabaya bersama Loka POM di Kabupaten Kediri dan Loka POM di Kabupaten Jember mencakup Provinsi Jawa Timur yang terdiri dari 38 kabupaten/kota dengan luas wilayah 47.799,75 km2 dan jumlah penduduk 39.500.851 jiwa. Dengan jumlah sarana produksi dan distribusi Obat dan Makanan yang diawasi sebanyak 7.536 sarana.

VISI

Obat dan Makanan aman, bermutu,dan berdaya saing untuk mewujudkan Indonesia maju, berdaulat,mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong

MISI

Misi Balai Besar POM di Surabaya ditetapkan sebagai berikut :

1. Membangun SDM unggul terkait Obat dan Makanan dengan mengembangkan kemitraan bersama seluruh komponen bangsa dalam rangka peningkatan kualitas manusia indonesia.

2. Memfasilitasi percepatan pengembangan dunia usaha Obat dan Makanan dengan keberpihakan terhadap UMKM, dalam rangka membangun struktur ekonomi yang produktif, dan berdaya saing untuk kemandirian bangsa.

3. Meningkatan efektifitas pengawasan Obat dan Makanan, serta penindakan kejahatan Obat dan Makanan melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam rangka negara kesatuan, guna perlindunganbagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga.

4. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya untuk memberikan pelayanan publik yang prima di bidang Obat dan Makanan.

Tugas Pokok & Fungsi


Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor 14 Tahun 2014 tanggal 17 Oktober 2014, Balai Besar POM di Surabaya mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut:


Tugas: Melaksanakan kebijakan di bidang pengawasan produk terapetik, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lain, obat tradisional, kosmetik, produk komplemen, keamanan pangan dan bahan berbahaya.


Fungsi:

1. Penyusunan rencana dan program pengawasan Obat dan Makanan.

2. Pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu produk terapetik, narkotika, psikotropika zat adiktif, obat tradisional, kosmetik, produk komplemen, pangan dan bahan berbahaya.

3. Pelaksanaan pemeriksaan laboratorium, pengujian dan penilaian mutu produk secara mikrobiologi.

4. Pelaksanaan pemeriksaan setempat, pengambilan contoh dan pemeriksaan sarana produksi dan distribusi.

5. Investigasi dan penyidikan pada kasus pelanggaran hukum.

6. Pelaksanaan kegiatan layanan informasi konsumen.

7. Evaluasi dan penyusunan laporan pengujian obat dan makanan.

8. Pelaksanaan urusan tata usaha dan kerumahtanggaan.

9. Pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, sesuai dengan bidang tugasnya.